Surat Al Kafirun merupakan salah satu surat pendek dalam Al-Qur’an yang sangat familiar di kalangan umat Islam. Surat yang terdiri dari enam ayat ini sering dibaca saat melaksanakan shalat wajib maupun shalat sunnah. Karena frekuensi pembacaannya cukup tinggi, memahami hukum tajwid yang terdapat dalam surat ini menjadi hal yang sangat penting.
Ilmu tajwid berfungsi untuk menjaga bacaan Al-Qur’an agar tetap sesuai dengan cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dengan mengetahui hukum tajwid dalam Surat Al Kafirun, kita dapat membaca ayat-ayatnya dengan lebih baik, benar, dan terhindar dari kesalahan makhraj maupun panjang pendek bacaan.
Surat Al Kafirun merupakan surat ke-109 dalam Al-Qur’an dan termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Makkah. Nama Al Kafirun sendiri berarti “orang-orang kafir”. Kandungan utama surat ini menjelaskan tentang ketegasan akidah Islam dan penolakan terhadap percampuran ibadah antara kaum muslimin dan kaum musyrikin.
Berikut ini adalah pembahasan hukum tajwid yang terdapat dalam Surat Al Kafirun ayat 1 sampai 6 lengkap beserta alasannya.
1. Mad Wajib Muttashil
قُلْ يٰۤاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَ
Pada lafaz يٰۤاَ terdapat hukum Mad Wajib Muttashil. Hukum ini terjadi karena huruf mad bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Cara membacanya dipanjangkan sekitar lima harakat atau dua setengah alif.
Mad wajib muttashil termasuk salah satu hukum mad far’i yang sering ditemukan dalam Al-Qur’an. Karena itu, penting untuk membiasakan diri mengenal ciri-cirinya agar tidak salah dalam membaca.
2. Alif Lam Qamariyah
اَيُّهَا الْكٰ
Pada bagian ini terdapat hukum Alif Lam Qamariyah. Tanda-tandanya adalah adanya huruf alif lam yang diikuti salah satu huruf qamariyah sehingga huruf lam dibaca dengan jelas.
Huruf qamariyah berjumlah 14 huruf, di antaranya adalah ا، ب، ج، ح، خ، ع، غ، ف، ق، ك، م، و، ه، ي. Ketika bertemu huruf-huruf tersebut, bunyi lam harus terdengar jelas.
3. Mad Ashli (Mad Thabi’i)
الْكٰفِ
Pada lafaz ini terdapat hukum Mad Ashli atau Mad Thabi’i karena adanya alif kecil (fathah berdiri). Cara membacanya dipanjangkan dua harakat atau satu alif.
Mad Thabi’i merupakan dasar dari seluruh hukum mad. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap hukum ini sangat penting sebelum mempelajari jenis mad lainnya.
4. Mad Aridh Lissukun
فِرُوْنَ
Apabila bacaan berhenti pada lafaz ini, maka berlaku hukum Mad Aridh Lissukun. Hal ini terjadi karena terdapat huruf mad yang bertemu huruf hidup, kemudian huruf tersebut menjadi sukun karena diwaqafkan.
Panjang bacaannya boleh dua, empat, atau enam harakat. Namun jika dibaca sambung dengan ayat berikutnya, maka hukumnya kembali menjadi Mad Thabi’i dengan panjang dua harakat.
5. Mad Jaiz Munfashil
لَاۤ اَعْبُدُ
Pada lafaz ini terdapat hukum Mad Jaiz Munfashil. Hukum ini terjadi karena huruf mad berada di akhir kata dan bertemu hamzah pada kata berikutnya.
Mad Jaiz Munfashil dapat dibaca dengan panjang dua, empat, atau lima harakat sesuai riwayat bacaan yang digunakan.
6. Mad Ashli
مَا
Kata ini mengandung hukum Mad Ashli karena terdapat huruf alif yang didahului harakat fathah. Panjang bacaannya dua harakat.
7. Mad Aridh Lissukun
تَعْبُدُوْنَ
Jika berhenti pada kata ini, maka berlaku hukum Mad Aridh Lissukun. Panjang bacaannya boleh dua, empat, atau enam harakat.
Apabila bacaan diteruskan ke ayat berikutnya, maka hukumnya berubah menjadi Mad Thabi’i dengan panjang dua harakat.
8. Ikhfa
اَنْتُمْ
Pada lafaz ini terdapat hukum Ikhfa karena nun mati bertemu dengan huruf ت. Cara membacanya adalah samar di antara jelas dan dengung disertai ghunnah selama dua harakat.
Ikhfa merupakan salah satu hukum nun mati dan tanwin yang paling sering dijumpai dalam Al-Qur’an. Jumlah huruf ikhfa ada lima belas huruf.
9. Idzhar Syafawi
تُمْ عَ
Pada bagian ini terdapat hukum Idzhar Syafawi karena mim mati bertemu dengan huruf ع. Cara membacanya harus jelas tanpa dengung.
Dalam hukum mim mati terdapat tiga pembagian, yaitu Idzhar Syafawi, Ikhfa Syafawi, dan Idgham Mimi.
10. Qalqalah Kubra
اَعْبُدُ
Apabila berhenti pada kata ini maka berlaku hukum Qalqalah Kubra. Hal ini karena huruf qalqalah menjadi sukun akibat waqaf.
Huruf qalqalah terdiri dari lima huruf yang biasa disingkat menjadi قطب جد. Pantulan suara harus terdengar jelas ketika berhenti pada huruf-huruf tersebut.
Hukum Tajwid Ayat 4
وَلَاۤ أَنَا۟ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُمْ
Mad Jaiz Munfashil
Pada lafaz وَلَاۤ أَنَا۟ terdapat Mad Jaiz Munfashil karena huruf mad bertemu hamzah pada kata yang berbeda.
Mad Ashli
Pada lafaz عَا terdapat Mad Ashli karena huruf alif didahului fathah.
Idgham Bighunnah
بِدٌ مَّا
Terdapat hukum Idgham Bighunnah karena tanwin bertemu huruf mim. Cara membacanya dengan meleburkan bunyi tanwin ke huruf mim disertai dengung selama dua harakat.
Idgham Mutajanisain
عَبَدْتُّمْ
Hukum ini terjadi karena dua huruf yang memiliki makhraj sama namun sifat berbeda bertemu dalam satu bacaan. Cara membacanya dengan memasukkan bunyi huruf pertama ke huruf kedua.
Hukum Tajwid Ayat 5
Pada ayat kelima kembali ditemukan beberapa hukum tajwid yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu Mad Jaiz Munfashil, Ikhfa, Idzhar Syafawi, Mad Ashli, dan Qalqalah Kubra.
Pengulangan hukum-hukum tersebut memberikan kesempatan bagi pembaca untuk melatih konsistensi dalam menerapkan kaidah tajwid saat membaca Al-Qur’an.
Hukum Tajwid Ayat 6
لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ
Idzhar Syafawi
Pada lafaz لَكُمْ دِ terdapat hukum Idzhar Syafawi karena mim mati bertemu huruf dal.
Mad Ashli
دِيْنُكُمْ
Terdapat Mad Ashli karena huruf ya sukun didahului kasrah. Panjang bacaannya dua harakat.
Idzhar Syafawi
كُمْ وَ
Mim mati bertemu huruf waw sehingga dibaca jelas tanpa dengung.
Mad Aridh Lissukun
وَلِيَ دِيْنِ
Jika berhenti pada akhir ayat ini maka berlaku hukum Mad Aridh Lissukun dengan panjang dua, empat, atau enam harakat.
Penutup
Memahami hukum tajwid Surat Al Kafirun ayat 1 sampai 6 sangat membantu dalam memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an. Selain karena surat ini sering dibaca dalam shalat, hukum-hukum tajwid yang terdapat di dalamnya juga cukup beragam sehingga dapat menjadi sarana latihan yang baik bagi para pelajar ilmu tajwid.
Dengan terus berlatih membaca sesuai kaidah tajwid, insya Allah bacaan Al-Qur’an akan semakin baik, fasih, dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.