Hukum Bacaan Tajwid Al Ikhlas dan Alasannya

Tajwid Al Ikhlas merupakan salah satu materi ilmu tajwid yang wajib kalian pelajari karena Surat Al-Ikhlas termasuk surat pendek yang paling sering dibaca dalam salat maupun ibadah lainnya. Walaupun hanya terdiri dari empat ayat, surat ini mengandung beberapa hukum tajwid yang harus dibaca dengan benar agar bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang telah diajarkan oleh para ulama qiraah. Oleh karena itu, memahami hukum bacaan beserta alasannya akan membantu kalian membaca Al-Qur’an dengan lebih fasih dan tartil.

Tajwid Al Ikhlas Ayat 1

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

قُلْ
Hukum tajwid: Qalqalah Sughra.
Alasannya: Huruf qaf (ق) merupakan salah satu huruf qalqalah dan dibaca sukun sehingga menghasilkan pantulan ringan ketika diucapkan.

هُوَ اللَّهُ
Hukum tajwid: Lam Jalalah Tafkhim.
Alasannya: Lafaz Allah didahului harakat dhammah sehingga huruf lam pada lafaz Allah dibaca tebal.

اللَّهُ أَحَدٌ
Hukum tajwid: Izhar Halqi.
Alasannya: Tanwin bertemu huruf hamzah (ء) sehingga dibaca jelas tanpa dengung.

Tajwid Al Ikhlas Ayat 2

اللَّهُ الصَّمَدُ

اللَّهُ
Hukum tajwid: Lam Jalalah Tafkhim.
Alasannya: Lafaz Allah didahului harakat fathah sehingga dibaca tebal.

الصَّمَدُ
Hukum tajwid: Alif Lam Syamsiyah.
Alasannya: Alif lam bertemu huruf shad (ص) yang termasuk huruf syamsiyah sehingga huruf lam tidak dibaca.

Tajwid Al Ikhlas Ayat 3

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

لَمْ يَلِدْ
Hukum tajwid: Izhar Syafawi.
Alasannya: Mim sukun bertemu huruf ya sehingga mim dibaca jelas.

يَلِدْ
Hukum tajwid: Qalqalah Sughra.
Alasannya: Huruf dal (د) sukun termasuk huruf qalqalah sehingga dibaca memantul ringan.

وَلَمْ يُولَدْ
Hukum tajwid: Izhar Syafawi.
Alasannya: Mim sukun bertemu huruf ya sehingga dibaca jelas.

يُولَدْ
Hukum tajwid: Qalqalah Sughra.
Alasannya: Huruf dal (د) berada dalam keadaan sukun sehingga dibaca memantul.

Tajwid Al Ikhlas Ayat 4

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

لَمْ يَكُن
Hukum tajwid: Izhar Syafawi.
Alasannya: Mim sukun bertemu huruf ya sehingga dibaca jelas.

يَكُن لَّهُ
Hukum tajwid: Idgham Bilaghunnah.
Alasannya: Nun sukun bertemu huruf lam sehingga dibaca melebur tanpa dengung.

كُفُوًا أَحَدٌ
Hukum tajwid: Izhar Halqi.
Alasannya: Tanwin bertemu huruf hamzah sehingga dibaca jelas tanpa dengung.

أَحَدٌ (jika waqaf)
Hukum tajwid: Qalqalah Kubra.
Alasannya: Huruf dal menjadi sukun karena berhenti sehingga pantulannya lebih kuat.

Tajwid Al Ikhlas dan Cara Membacanya

Tajwid Al Ikhlas harus dibaca dengan memperhatikan seluruh hukum bacaannya. Qalqalah dibaca dengan pantulan ringan, izhar halqi dibaca jelas tanpa dengung, idgham bilaghunnah dibaca melebur tanpa dengung, sedangkan alif lam syamsiyah menyebabkan huruf lam tidak dibaca. Selain itu, seluruh lafaz Allah pada surat ini dibaca tebal karena termasuk Lam Jalalah Tafkhim.

Tajwid Al Ikhlas yang Sering Salah Dibaca

Banyak pembaca Al-Qur’an yang masih mengabaikan pantulan qalqalah pada huruf qaf dan dal. Selain itu, sebagian orang masih mendengungkan bacaan idgham bilaghunnah, padahal seharusnya tanpa dengung. Kesalahan lain adalah membaca huruf lam pada kata الصمد, padahal termasuk bacaan alif lam syamsiyah sehingga huruf lam tidak dibaca.

Kesimpulan Tajwid Al Ikhlas

Tajwid Al Ikhlas terdiri atas beberapa hukum bacaan penting, yaitu Qalqalah Sughra, Qalqalah Kubra, Izhar Halqi, Izhar Syafawi, Idgham Bilaghunnah, Alif Lam Syamsiyah, dan Lam Jalalah Tafkhim. Dengan memahami setiap hukum bacaan beserta alasannya, kalian dapat membaca Surat Al-Ikhlas dengan lebih benar, tartil, dan sesuai kaidah ilmu tajwid.

Tinggalkan komentar