Surat Al Fajr merupakan surat ke-89 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 30 ayat dan termasuk golongan surat Makkiyah. Dalam surat ini terdapat beberapa contoh hukum tajwid, salah satunya adalah bacaan qolqolah. Memahami letak qolqolah pada setiap ayat akan membantu pembaca melafalkan Al-Qur’an dengan lebih baik sesuai kaidah ilmu tajwid.
Secara umum, qolqolah dibagi menjadi dua jenis, yaitu qolqolah sughra dan qolqolah kubra. Qolqolah sughra terjadi ketika salah satu huruf qolqolah bersukun asli di tengah bacaan, sedangkan qolqolah kubra terjadi apabila huruf tersebut menjadi sukun karena berhenti (waqaf).
Contoh Qolqolah Sughra di Surat Al Fajr
1. Surat Al Fajr Ayat 1
وَالْفَجْرِ
Pada kata فَجْرِ terdapat huruf jim yang bersukun asli sehingga termasuk hukum qolqolah sughra. Cara membacanya dipantulkan secara ringan tanpa berlebihan.
2. Surat Al Fajr Ayat 5
هَلْ فِي ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِي حِجْرٍ
Kata حِجْرٍ juga mengandung qolqolah sughra karena huruf jim berada dalam keadaan sukun asli.
3. Surat Al Fajr Ayat 8
الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ
Pada lafaz يُخْلَقْ terdapat huruf qaf yang mati sehingga dibaca dengan hukum qolqolah sughra. Pantulan suara dilakukan secara jelas namun tetap ringan.
4. Surat Al Fajr Ayat 15
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ
Bagian kata ابْتَلَاهُ memiliki huruf ba sukun sehingga termasuk contoh qolqolah sughra.
5. Surat Al Fajr Ayat 16
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ
Sama seperti ayat sebelumnya, kata ابْتَلَاهُ juga mengandung hukum qolqolah sughra karena adanya huruf ba yang mati.
6. Surat Al Fajr Ayat 29
فَادْخُلِي فِي عِبَادِي
Pada lafaz فَادْ terdapat huruf dal sukun yang dibaca dengan pantulan ringan sehingga termasuk qolqolah sughra.
7. Surat Al Fajr Ayat 30
وَادْخُلِي جَنَّتِي
Kata وَادْ juga merupakan contoh qolqolah sughra karena huruf dal berada dalam keadaan sukun.
Contoh Qolqolah Kubra di Surat Al Fajr
Ayat 6
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ
Apabila berhenti pada kata بِعَادٍ, huruf dal menjadi sukun karena waqaf sehingga dibaca dengan hukum qolqolah kubra yang pantulannya lebih kuat dibandingkan qolqolah sughra.
Ayat 7
اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ
Kata الْعِمَادِ juga menjadi contoh qolqolah kubra apabila diakhiri dengan waqaf.
Ayat 8
Pada kata الْبِلَادِ terdapat huruf dal yang dipantulkan ketika berhenti membaca ayat, sehingga termasuk qolqolah kubra.
Ayat 9
وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ
Lafaz الْوَادِ menjadi contoh qolqolah kubra saat dibaca waqaf.
Ayat 10
وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ
Kata الْأَوْتَادِ juga dibaca dengan qolqolah kubra apabila berhenti di akhir ayat.
Ayat 11
الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ
Pada akhir kata الْبِلَادِ berlaku hukum qolqolah kubra ketika dibaca waqaf.
Ayat 12
فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ
Kata الْفَسَادَ menjadi contoh qolqolah kubra jika pembacaan dihentikan pada akhir ayat.
Ayat 13
فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ
Lafaz عَذَابٍ mengandung qolqolah kubra saat diwaqafkan.
Ayat 14
إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ
Kata الْمِرْصَادِ juga termasuk qolqolah kubra apabila pembacaan berhenti pada akhir ayat.
Ayat 26
فَيَوْمَئِذٍ لَا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ
Pada kata أَحَدٌ, huruf dal menjadi sukun karena waqaf sehingga dibaca dengan qolqolah kubra.
Ayat 27
وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ
Kata أَحَدٌ kembali menjadi contoh hukum qolqolah kubra ketika pembacaan dihentikan.
Ayat yang Tidak Mengandung Qolqolah
Tidak semua ayat dalam Surat Al Fajr memiliki hukum bacaan qolqolah. Beberapa ayat hanya memuat hukum tajwid lainnya tanpa adanya huruf qolqolah yang bersukun maupun yang menjadi sukun karena waqaf. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan setiap lafaz secara teliti agar tidak keliru dalam menerapkan hukum bacaan.
Kesimpulan
Surat Al Fajr memuat sejumlah contoh hukum bacaan qolqolah, baik qolqolah sughra maupun qolqolah kubra. Contoh-contoh tersebut dapat ditemukan pada beberapa ayat seperti ayat 1, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 26, 27, 29, dan 30. Dengan mengetahui letaknya serta memahami alasan penerapan hukumnya, proses membaca Al-Qur’an akan menjadi lebih tepat dan sesuai dengan kaidah tajwid.