Pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari hukum tajwid yang terdapat dalam Surat Maryam ayat 17. Selain membahas bacaan ayat beserta artinya, artikel ini juga mengulas setiap hukum tajwid yang muncul sehingga dapat membantu dalam membaca Al-Qur’an secara benar sesuai kaidah ilmu tajwid.
Surat Maryam merupakan surat ke-19 dalam Al-Qur’an dan terdiri dari 98 ayat. Surat ini termasuk golongan surat Makkiyah karena diturunkan sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Nama “Maryam” diambil dari kisah Maryam, ibu Nabi Isa AS, yang menjadi salah satu pembahasan utama dalam surat ini.
Bacaan Surat Maryam Ayat 17
فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا
Latin:
Fattakhadzat min duunihim hijaaban fa arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fatamats-tsala lahaa basyaran sawiyyaa.
Artinya:
“Lalu dia memasang tabir yang memisahkan dirinya dari mereka. Kemudian Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menampakkan diri di hadapannya dalam wujud seorang manusia yang sempurna.”
Hukum Tajwid Surat Maryam Ayat 17
Berikut ini penjelasan hukum tajwid yang terdapat pada beberapa potongan ayat.
1. Hams pada Lafaz فَاتَّخَذَتْ
Pada kata فَاتَّخَذَتْ terdapat sifat Hams pada huruf ta sukun. Hams adalah sifat keluarnya aliran napas ketika mengucapkan huruf tertentu. Oleh sebab itu, bacaan ta diucapkan dengan hembusan udara yang jelas namun tetap lembut.
Memahami sifat huruf seperti hams sangat penting agar pelafalan menjadi lebih fasih dan tidak berubah makna.
2. Ikhfa Aqrab pada مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا
Pada penggalan ayat مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا terdapat beberapa hukum bacaan sekaligus, yaitu:
- Ikhfa Aqrab, karena nun sukun bertemu huruf dal. Cara membacanya dengan menyamarkan bunyi nun disertai dengung sekitar dua harakat.
- Mad Thabi’i, yang muncul karena adanya huruf mad setelah harakat yang sesuai. Panjang bacaannya adalah dua harakat.
- Idzhar Syafawi, karena mim sukun bertemu huruf ha sehingga mim dibaca dengan jelas tanpa dengung.
- Mad ‘Iwad, apabila pembaca berhenti (waqaf) pada kata yang berakhiran tanwin fathah tersebut.
3. Mad Jaiz Munfashil pada فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا
Di dalam potongan فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا terdapat hukum Mad Jaiz Munfashil. Hukum ini terjadi ketika huruf mad berada di akhir suatu kata kemudian bertemu hamzah pada kata berikutnya.
Panjang bacaan Mad Jaiz Munfashil menurut riwayat Hafsh umumnya dibaca antara empat hingga lima harakat, meskipun sebagian ulama juga membolehkan dua harakat sesuai riwayat yang dipakai.
Selain itu terdapat pula:
- Huruf Lin, yaitu ya sukun yang didahului fathah.
- Mad Thabi’i pada alif yang mengikuti harakat fathah sehingga dibaca sepanjang dua harakat.
4. Mad Thabi’i pada رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا
Pada lafaz رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا ditemukan hukum Mad Thabi’i atau Mad Asli. Penyebabnya adalah adanya huruf wawu mati setelah dhammah dan alif mati setelah fathah.
Mad Thabi’i merupakan salah satu hukum mad yang paling sering dijumpai dalam Al-Qur’an dan dibaca dengan panjang dua harakat tanpa tambahan sebab lain.
5. Ikhfa Ausath dan Mad ‘Iwad pada بَشَرًا سَوِيًّا
Pada bagian akhir ayat, yaitu بَشَرًا سَوِيًّا, terdapat beberapa hukum tajwid sebagai berikut:
- Ikhfa Ausath, karena tanwin fathah bertemu huruf syin. Cara membacanya dengan menyamarkan suara tanwin dan disertai dengung yang sedang.
- Mad ‘Iwad, jika bacaan dihentikan pada kata yang berakhiran tanwin fathah. Tanwin diganti menjadi bacaan mad sepanjang dua harakat.
Kesimpulan
Surat Maryam ayat 17 mengandung beberapa hukum tajwid penting yang perlu diperhatikan, di antaranya Hams, Ikhfa Aqrab, Mad Thabi’i, Idzhar Syafawi, Mad Jaiz Munfashil, Huruf Lin, Ikhfa Ausath, dan Mad ‘Iwad. Dengan memahami hukum-hukum tersebut, bacaan Al-Qur’an menjadi lebih tepat dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Semoga penjelasan mengenai tajwid Surat Maryam ayat 17 ini dapat menambah pemahaman dan membantu dalam memperbaiki kualitas tilawah Al-Qur’an. Selamat belajar dan semoga bermanfaat.