Pada pembahasan kali ini akan diulas hukum tajwid yang terdapat dalam Surat Ibrahim ayat 40-41 lengkap dengan bacaan, arti, serta kandungan maknanya. Memahami ilmu tajwid sangat penting agar setiap ayat Al-Quran dapat dibaca dengan benar sesuai kaidah yang telah diajarkan.
Surat Ibrahim merupakan surat ke-14 dalam Al-Quran dan terdiri dari 52 ayat. Surat ini termasuk golongan Makkiyah karena mayoritas ayatnya diturunkan di Kota Makkah. Pada ayat 40 dan 41, Allah mengabadikan doa Nabi Ibrahim AS yang memohon agar dirinya dan keturunannya senantiasa menjaga salat serta memohon ampunan bagi kedua orang tua dan seluruh orang yang beriman.
Bacaan Surat Ibrahim Ayat 40-41 Beserta Artinya
Surat Ibrahim Ayat 40
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
Latin:
Robbij’alnii muqiimash sholaati wa ming dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du’aa’.
Artinya:
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap melaksanakan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
Surat Ibrahim Ayat 41
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ
Latin:
Rabbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lil mu’miniina yauma yaquumul hisaab.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan seluruh orang yang beriman pada hari diadakannya perhitungan (Hari Kiamat).”
Kandungan Surat Ibrahim Ayat 40-41
Dua ayat ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi setiap muslim. Nabi Ibrahim AS tidak hanya berdoa untuk dirinya sendiri, tetapi juga memohon agar anak cucunya menjadi pribadi yang istiqamah dalam mendirikan salat. Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan agama dan doa orang tua bagi generasi penerus.
Pada ayat berikutnya, Nabi Ibrahim AS memohon ampunan kepada Allah SWT untuk dirinya, kedua orang tuanya, dan seluruh kaum mukmin. Doa tersebut mengajarkan pentingnya saling mendoakan sesama muslim serta mengingat kehidupan akhirat yang menjadi tempat setiap amal diperhitungkan.
Hukum Tajwid Surat Ibrahim Ayat 40
1. Qalqalah Sugra
رَبِّ اجْعَلْنِيْ
- Terdapat bacaan Qalqalah Sugra karena huruf Jim bersukun asli.
- Pada akhir lafaz juga terdapat Mad Thabi’i sebab Ya sukun didahului harakat kasrah sehingga dibaca panjang dua harakat.
2. Alif Lam Syamsiyah
مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ
- Terdapat Mad Thabi’i pada huruf Ya mati setelah kasrah.
- Terdapat Alif Lam Syamsiyah karena Alif Lam bertemu huruf Shad yang bertasydid sehingga bunyi Lam tidak dibaca dan melebur ke huruf sesudahnya.
3. Ikhfa Ausath
وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ
- Nun sukun bertemu huruf Dzal sehingga berlaku hukum Ikhfa Ausath dengan bacaan samar disertai dengung.
- Pada lafaz tersebut juga terdapat Mad Thabi’i karena Ya sukun setelah kasrah.
4. Ra Tafkhim
رَبَّنَا
- Huruf Ra dibaca tebal atau Tafkhim karena berharakat fathah.
- Terdapat pula Mad Thabi’i karena Alif mati didahului fathah.
5. Mad Wajib Muttashil
وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
Pada lafaz ini terdapat Mad Wajib Muttashil karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Panjang bacaannya sekitar lima harakat atau dua setengah alif.
Hukum Tajwid Surat Ibrahim Ayat 41
1. Tafkhim, Tarqiq, dan Mad Thabi’i
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ
- Huruf Ra pada kata رَبَّنَا dibaca tafkhim karena berharakat fathah.
- Huruf Ra pada kata اغْفِرْ dibaca tarqiq karena bersukun dan didahului kasrah.
- Pada kata لِيْ terdapat Mad Thabi’i karena Ya sukun setelah kasrah.
2. Mad Thabi’i
وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ
Pada potongan ayat ini terdapat beberapa bacaan Mad Thabi’i, baik karena Alif setelah fathah maupun Ya sukun setelah kasrah. Seluruhnya dibaca sepanjang dua harakat.
3. Huruf Lin
يَوْمَ
Kata ini mengandung Huruf Lin karena terdapat Wawu sukun yang didahului harakat fathah sehingga cara membacanya lembut.
4. Mad Aridh Lissukun
يَقُوْمُ الْحِسَابُ
- Terdapat Mad Thabi’i pada huruf Wawu mati setelah dhammah.
- Terdapat Alif Lam Qamariyah karena Alif Lam bertemu huruf Ha dan dibaca jelas.
- Apabila berhenti pada akhir ayat, berlaku hukum Mad Aridh Lissukun yang boleh dibaca dua, empat, atau enam harakat.
- Jika diwaqafkan, huruf Ba di akhir kata juga termasuk Qalqalah Kubra karena menjadi sukun akibat berhenti.
Penutup
Demikian pembahasan mengenai tajwid Surat Ibrahim ayat 40-41 beserta arti dan kandungannya. Dengan mengetahui hukum bacaan seperti qalqalah, ikhfa, alif lam syamsiyah, mad wajib muttashil, hingga mad aridh lissukun, diharapkan bacaan Al-Quran menjadi lebih baik dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan dapat menambah semangat untuk terus mempelajari Al-Quran.