Al Quran Surat Ali Imran Ayat 26 Tajwid Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Penjelasannya

Pada kesempatan ini kita akan membahas hukum tajwid yang terdapat dalam Surat Ali Imran ayat 26. Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa Allah SWT adalah Pemilik seluruh kerajaan dan kekuasaan. Dia memberikan kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki dan mencabutnya dari siapa saja yang Dia kehendaki.

Bagi umat Islam yang sedang belajar membaca Al-Qur’an, memahami hukum tajwid pada setiap ayat sangat penting agar bacaan menjadi lebih benar, fasih, dan sesuai dengan kaidah yang diajarkan oleh para ulama qiraah.

Surat Ali Imran merupakan surat ke-3 dalam Al-Qur’an yang terdiri dari 200 ayat dan termasuk golongan surat Madaniyah. Pada ayat ke-26 ini terdapat berbagai hukum bacaan seperti tarqiq, ghunnah, ikhfa, mad wajib muttashil, alif lam qamariyah, hingga mad ‘aridh lissukun.

Bacaan Surat Ali Imran Ayat 26

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Bacaan Latin

Qulillaahumma maalikal-mulki tu’til mulka man tasyaa-u wa tanzi’ul mulka mim man tasyaa-u wa tu’izzu man tasyaa-u wa tuzillu man tasyaa’, biyadikal khair, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya

“Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai Tuhan Pemilik segala kerajaan. Engkau memberikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan mencabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau memuliakan siapa yang Engkau kehendaki dan menghinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.’”

Analisis Hukum Tajwid Surat Ali Imran Ayat 26

1. Tarqiq pada Lafaz قُلِ اللّٰهُمَّ

Pada lafaz قُلِ اللّٰهُمَّ terdapat hukum tarqiq karena Lam Jalalah didahului oleh harakat kasrah. Oleh sebab itu, huruf lam dibaca tipis. Selain itu terdapat pula hukum ghunnah karena adanya huruf mim yang bertasydid sehingga dibaca dengan dengung sekitar dua hingga tiga harakat.

2. Alif Lam Qamariyah pada مٰلِكَ الْمُلْكِ

Kalimat الْمُلْكِ mengandung hukum alif lam qamariyah karena huruf lam bertemu dengan huruf mim. Cara membacanya adalah dengan mengucapkan bunyi lam secara jelas tanpa dilebur.

Pada bagian ini juga terdapat mad thabi’i yang dipanjangkan selama dua harakat.

3. Ikhfa Aqrab pada مَنْ تَشَآءُ

Huruf nun mati yang bertemu dengan huruf ta menimbulkan hukum ikhfa aqrab. Cara membacanya yaitu dengan menyamarkan suara nun disertai dengungan selama dua harakat.

Pada kata تَشَآءُ juga terdapat mad wajib muttashil karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata sehingga dibaca panjang sekitar lima harakat.

4. Ikhfa Ausath pada وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ

Kalimat ini memiliki hukum ikhfa ausath sebab nun mati bertemu dengan huruf za. Tingkat samar dan dengungnya berada pada tingkatan pertengahan. Selain itu, kata الْمُلْكَ kembali menunjukkan hukum alif lam qamariyah.

5. Ghunnah pada مِمَّنْ تَشَآءُ

Pada bagian ini terdapat beberapa hukum tajwid sekaligus, yaitu:

  • Ghunnah karena huruf mim bertasydid.
  • Ikhfa aqrab karena nun mati bertemu huruf ta.
  • Mad wajib muttashil pada kata تَشَآءُ.

Kombinasi beberapa hukum bacaan tersebut menjadikan pengucapannya perlu dilakukan dengan perlahan agar setiap kaidah dapat diterapkan secara benar.

6. Mad Wajib Muttashil pada وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُ

Di dalam potongan ayat ini kembali ditemukan hukum ikhfa aqrab pada pertemuan nun mati dengan huruf ta serta mad wajib muttashil pada kata تَشَآءُ. Panjang bacaannya sekitar lima harakat sesuai kaidah tajwid.

7. Mad Lin pada بِيَدِكَ الْخَيْرُ

Kalimat بِيَدِكَ الْخَيْرُ mengandung hukum alif lam qamariyah pada kata الْخَيْرُ karena lam bertemu huruf kha.

Selain itu terdapat pula mad lin (mad layyin) apabila bacaan diwaqafkan, yaitu karena huruf ya sukun didahului fathah. Panjang bacaannya dapat dipilih dua, empat, atau enam harakat ketika berhenti.

8. Ghunnah dan Mad Thabi’i pada اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ

Pada lafaz ini terdapat hukum ghunnah karena nun bertasydid yang dibaca dengung. Kemudian terdapat pula mad thabi’i pada huruf yang memiliki tanda alif kecil sehingga dipanjangkan selama dua harakat.

9. Mad ‘Aridh Lissukun pada شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Bagian akhir ayat mengandung beberapa hukum tajwid penting, yaitu:

  • Huruf lin karena ya sukun didahului fathah.
  • Ikhfa ab’ad karena tanwin bertemu huruf kaf.
  • Mad ‘aridh lissukun apabila berhenti pada akhir ayat, sehingga boleh dibaca sepanjang dua, empat, atau enam harakat.

Kesimpulan

Surat Ali Imran ayat 26 memuat cukup banyak kaidah tajwid yang dapat dijadikan bahan latihan membaca Al-Qur’an. Di antaranya adalah tarqiq, ghunnah, alif lam qamariyah, ikhfa aqrab, ikhfa ausath, mad thabi’i, mad wajib muttashil, mad lin, dan mad ‘aridh lissukun.

Dengan memahami hukum bacaan tersebut, diharapkan setiap muslim dapat membaca ayat ini dengan lebih baik, sesuai makhraj dan kaidah tajwid yang benar. Semoga pembahasan ini menambah wawasan serta memudahkan proses belajar membaca Al-Qur’an.

Tinggalkan komentar