Al Quran Surat Maryam Ayat 18 Tajwid Lengkap Arab dan Latin

Surat Maryam ayat 18 memuat kisah ketika Maryam bertemu dengan malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang manusia. Pada ayat ini terdapat sejumlah hukum tajwid yang penting dipahami agar bacaan Al-Qur’an menjadi lebih baik dan sesuai dengan kaidah yang benar.

Selain mempelajari makna ayatnya, mengenali hukum tajwid di setiap potongan lafaz juga dapat membantu meningkatkan kualitas bacaan ketika tilawah maupun murojaah. Berikut bacaan lengkap beserta penjelasan tajwid yang terkandung di dalamnya.

Bacaan Surat Maryam Ayat 18 Arab, Latin, dan Artinya

قَالَتْ اِنِّيْ أَعُوْذُ بِالرَّحْمٰنِ مِنْكَ اِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

Latin:
Qālat innī a’ūdzu bir-raḥmāni minka in kunta taqiyyā.

Artinya:
“Dia (Maryam) berkata, ‘Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih darimu jika engkau benar-benar orang yang bertakwa.'”

Sekilas Tentang Surat Maryam

Surat Maryam merupakan surat ke-19 dalam Al-Qur’an dan terdiri atas 98 ayat. Mayoritas ulama menggolongkannya sebagai surat Makkiyah karena diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Surat ini banyak mengisahkan para nabi dan hamba-hamba pilihan Allah, termasuk kisah kelahiran Nabi Isa AS melalui ibunya, Maryam.

Analisis Hukum Tajwid Surat Maryam Ayat 18

1. Hames pada Lafaz قَالَتْ

Pada kata قَالَتْ terdapat dua hukum bacaan, yaitu:

  • Mad Thabi’i (Mad Ashli) karena huruf alif datang setelah harakat fathah sehingga dibaca panjang dua harakat.
  • Hames pada huruf ta yang bersukun. Cara membacanya dengan mengalirkan udara secara lembut ketika melafalkan huruf tersebut.

2. Mad Jaiz Munfashil pada Lafaz اِنِّيْ أَعُوْذُ

Pada bagian ini ditemukan beberapa hukum tajwid sekaligus, yaitu:

  • Ghunnah Musyaddadah karena huruf nun bertasydid sehingga dibaca dengung sekitar dua hingga tiga harakat.
  • Mad Jaiz Munfashil karena mad asli bertemu hamzah yang berada pada kata berikutnya. Panjang bacaannya dapat dua sampai lima harakat sesuai riwayat yang digunakan.
  • Mad Thabi’i pada huruf wawu sukun yang didahului dhammah.

3. Alif Lam Syamsiyah pada Lafaz بِالرَّحْمٰنِ

Potongan bacaan ini mengandung beberapa kaidah tajwid penting, antara lain:

  • Alif Lam Syamsiyah karena huruf lam bertemu dengan huruf ra sehingga bunyi lam tidak dibaca dan langsung melebur ke huruf berikutnya.
  • Tafkhim pada huruf Ra karena berharakat fathah sehingga dibaca tebal.
  • Mad Thabi’i pada huruf mim yang memiliki tanda mad.

4. Ikhfa Ab’ad pada Lafaz مِنْكَ

Pada kata مِنْكَ, nun sukun bertemu huruf kaf sehingga berlaku hukum Ikhfa Ab’ad. Cara membacanya adalah menyamarkan bunyi nun disertai dengung sebelum masuk ke pelafalan huruf kaf.

5. Ikhfa pada Lafaz اِنْ كُنْتَ

Bagian ini mengandung dua bentuk ikhfa yang dapat diperhatikan ketika membaca:

  • Nun sukun bertemu huruf kaf sehingga berlaku Ikhfa Ab’ad.
  • Pada peralihan berikutnya terdapat pelafalan yang mendekati karakter Ikhfa Aqrab, sehingga pembaca perlu menjaga dengung dan penyamaran suara secara proporsional.

6. Mad Iwad pada Lafaz تَقِيًّا

Jika berhenti (waqaf) pada kata تَقِيًّا, maka tanwin fathah berubah menjadi bacaan Mad Iwad. Cara membacanya dipanjangkan sekitar dua harakat seperti membaca mad thabi’i.

Manfaat Mempelajari Tajwid Ayat Ini

Memahami hukum tajwid dalam Surat Maryam ayat 18 membantu pembaca menghindari kesalahan saat membaca Al-Qur’an. Selain itu, latihan mengenali hukum bacaan pada setiap potongan lafaz juga dapat meningkatkan kefasihan, menjaga makhraj huruf, dan memperindah tilawah.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai tajwid Surat Maryam ayat 18 lengkap dengan bacaan Arab, latin, arti, dan analisis hukumnya. Dengan mempelajari setiap hukum tajwid yang terdapat pada ayat ini, diharapkan pembaca dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih benar sesuai kaidah ilmu tajwid serta semakin mencintai proses belajar Al-Qur’an.

Tinggalkan komentar