Contoh Mad Thabi’i di Surat An Nas Beserta Penjelasannya

Ketika membaca Al-Qur’an, setiap muslim dianjurkan untuk memperhatikan ilmu tajwid agar bacaan yang dilantunkan sesuai dengan kaidah yang benar. Salah satu hukum bacaan yang paling sering dijumpai adalah mad thabi’i atau disebut juga mad asli. Memahami hukum ini akan membantu seseorang membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan lebih baik dan tartil.

Mad thabi’i merupakan bacaan panjang yang dibaca selama dua harakat. Hukum ini terjadi apabila terdapat huruf mad berupa alif setelah fathah, ya sukun setelah kasrah, atau wawu sukun setelah dammah, serta beberapa bentuk alif kecil (fathah berdiri). Surat An Nas termasuk surat pendek yang memiliki beberapa contoh mad thabi’i sehingga cocok dijadikan bahan belajar bagi pemula.

Contoh Mad Thabi’i pada Surat An Nas Ayat 1

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Pada ayat pertama terdapat beberapa contoh mad thabi’i, yaitu:

  • عُوْ, karena huruf wawu sukun didahului harakat dammah sehingga dibaca panjang dua harakat.
  • نَّا, karena terdapat huruf alif setelah fathah sehingga termasuk mad thabi’i.

Apabila bacaan di akhir ayat disambung (washal), hukumnya tetap mad thabi’i. Namun jika berhenti (waqaf), maka panjang bacaannya berubah menjadi mad ‘aridh lissukun.

Contoh Mad Thabi’i pada Surat An Nas Ayat 2

مَلِكِ النَّاسِ

Pada lafaz النَّاسِ terdapat bacaan نَّا yang mengandung huruf alif sesudah fathah. Oleh karena itu, bagian ini dibaca dengan hukum mad thabi’i sepanjang dua harakat.

Contoh Mad Thabi’i pada Surat An Nas Ayat 3

إِلَٰهِ النَّاسِ

Pada ayat ketiga ditemukan dua contoh mad thabi’i, yaitu:

  • لَٰ, karena menggunakan alif kecil atau fathah berdiri yang dibaca panjang.
  • نَّا, karena terdapat alif setelah fathah.

Kedua bacaan tersebut sama-sama dibaca sepanjang dua harakat sesuai kaidah mad asli.

Contoh Mad Thabi’i pada Surat An Nas Ayat 4

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

Pada ayat ini, contoh mad thabi’i dapat ditemukan pada lafaz وَا dalam kata الْوَسْوَاسِ. Huruf alif yang didahului fathah menyebabkan bacaan dipanjangkan dua harakat.

Selain itu, pada kata الْخَنَّاسِ juga terdapat bacaan نَّا yang memenuhi syarat mad thabi’i.

Contoh Mad Thabi’i pada Surat An Nas Ayat 5

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

Ayat kelima memiliki beberapa contoh mad thabi’i sekaligus, di antaranya:

  • ذِيْ, karena ya sukun didahului kasrah.
  • فِيْ, karena ya sukun didahului kasrah.
  • دُوْ, karena wawu sukun didahului dammah.
  • نَّا, karena alif didahului fathah.

Ayat ini sering dijadikan contoh untuk mengenalkan berbagai bentuk mad thabi’i dalam satu rangkaian bacaan.

Contoh Mad Thabi’i pada Surat An Nas Ayat 6

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Pada ayat terakhir, contoh mad thabi’i terdapat pada bacaan نَّا dalam kata النَّاسِ. Sebabnya adalah adanya huruf alif yang berada setelah fathah sehingga dibaca panjang dua harakat.

Kesimpulan

Dari keseluruhan Surat An Nas dapat disimpulkan bahwa hukum mad thabi’i muncul karena beberapa sebab berikut:

  • Huruf alif yang didahului fathah.
  • Huruf ya sukun yang didahului kasrah.
  • Huruf wawu sukun yang didahului dammah.
  • Adanya alif kecil atau fathah berdiri pada beberapa lafaz tertentu.

Dengan mengenali contoh-contoh tersebut, proses belajar tajwid akan menjadi lebih mudah. Surat An Nas yang hanya terdiri dari enam ayat dapat dijadikan latihan sederhana untuk membiasakan membaca mad thabi’i dengan panjang dua harakat secara konsisten sesuai kaidah tajwid.

Tinggalkan komentar